Tim Razaiq Motorsport menunjukkan performa yang luar biasa dalam ajang Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika 2026 yang berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka meraih kemenangan mutlak setelah enam jam berlaga, menandakan bahwa persiapan dan strategi yang matang sangat berperan dalam kesuksesan mereka.
Dengan empat pembalap handal yang berasal dari berbagai negara, tim ini mampu menjaga stabilitas serta konsistensi performa sepanjang balapan. Tekanan dari tim-tim rival tidak membuat mereka goyah, sebaliknya, tim yang mengusung nomor mobil 777 ini tampil semakin solid di lintasan.
Kemenangan ini bukan hanya hasil dari speed semata. Strategi dari tim engineer dan persiapan kendaraan yang optimal menjadi faktor krusial yang mendukung pencapaian mereka di Mandalika. Mobil Honda Brio yang dirancang khusus sesuai kebutuhan balap ketahanan menjadi senjata utama mereka.
Menyelami Rincian Kemenangan Tim Razaiq Motorsport
Berdasarkan catatan resmi, tim ini mencatat waktu finish 6 jam 3 menit 13,796 detik. Mereka berhasil mencatat fastest lap dengan waktu 2 menit 03,618 detik dan unggul satu lap dari pesaing terdekat yang finis di posisi kedua.
Cargloss Racing Team, walaupun berkompetisi dengan semangat, tetap harus menerima kenyataan harus puas di posisi dua dengan selisih waktu lebih dari lima menit. Kekuatan tim Razaiq Motorsport yang mampu menjaga ritme balapan menjadi tonggak keberhasilan mereka.
Pola balapan yang konsisten dan strategi yang cermat membuat Razaiq Motorsport tampil mendominasi dari awal hingga akhir. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi antara kecepatan dan taktik adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dalam balapan ketahanan.
Strategi dan Persiapan Tim yang Mendalam
Chief Engineer tim, Wie Wie Rianto, mengungkapkan betapa pentingnya persiapan teknis bagi timnya. Memilih komponen dengan durabilitas tinggi menjadi hal yang sangat diperhatikan, mengingat format balapan yang menguras stamina kendaraan selama enam jam penuh.
Mereka menerapkan spesifikasi mobil yang sesuai dengan Kejurnas ITCR 1.200 dan melakukan penyesuaian pada berbagai komponen, terutama pada sistem pengereman. Ini menjadi salah satu langkah strategis, mengingat mereka tidak perlu melakukan pergantian brake pad sepanjang lomba.
“Kami memastikan bahwa setiap elemen teknis di optimalkan untuk balapan endurance ini. Dari pemilihan bahan bakar yang lebih banyak hingga pemilihan komponen yang tahan lama, semua direncanakan dengan cermat,” tambah Wie Wie. Pendekatan yang terencana inilah yang membuat mobil mereka mampu bertahan dalam situasi yang menuntut seperti itu.
Memahami Tantangan dalam Balapan Ketahanan
Balapan ketahanan tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga strategi dan ketepatan eksekusi. Tim-tim yang berkompetisi harus menerapkan taktik cerdas agar dapat bertahan dan berjuang selama enam jam. Keberanian untuk mengambil keputusan krusial juga menjadi bagian dari kesuksesan dalam lomba ini.
Tantangan ini, meskipun berat, justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembalap dan tim. Sifat kompetitif yang tinggi dalam ajang ini semakin menambah adrenalin dan semangat tim untuk selalu memberikan yang terbaik. Setiap pit stop dan perubahan strategi memainkan peranan penting dalam menentukan hasil akhir balapan.
Di tengah berbagai kendala, tim Razaiq Motorsport berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dengan dedikasi dan kerja keras, mereka bukan hanya menjadi pemenang, tetapi juga inspirasi bagi tim lain yang ingin mengikuti jejak mereka dalam dunia balap ketahanan.
