PT Jetour Sales Indonesia memberikan tanggapan mengenai insiden kecelakaan yang menimpa SUV Jetour T2 pada 1 Februari di tol Jagorawi. Kendaraan tersebut mengalami kebakaran hebat setelah ditabrak oleh kendaraan lain, yang menimbulkan kepedulian luas di kalangan masyarakat.
Presiden Direktur Peter Zhang menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut dan memastikan bahwa penanganan insiden telah dilakukan berkoordinasi dengan pihak berwenang. Pengakuan ini menunjukkan komitmen Jetour untuk keselamatan dan respon cepat atas insiden tersebut.
Dalam pernyataannya, Peter juga menekankan pentingnya keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap produk yang mereka luncurkan. Dengan menggunakan standar perlindungan penumpang yang telah teruji, Jetour T2 dirancang untuk memberikan rasa aman yang optimal bagi penggunanya.
Kecelakaan dan Tanggapan Resmi dari Pihak Jetour
Insiden yang terjadi menjadi sorotan publik, terutama terkait dengan keselamatan kendaraan. Peter Zhang dalam keterangan resminya menyebutkan, “Proses penanganan insiden telah dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak berwenang.” Pernyataan tersebut juga diharapkan dapat menjelaskan situasi yang sebenarnya kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa insiden ini adalah kecelakaan lalu lintas dan bukan akibat masalah teknis kendaraan. Informasi ini penting untuk memberikan kejelasan dan menenangkan kekhawatiran konsumen dan pemangku kepentingan lainnya.
Jetour Indonesia juga menghargai perhatian dari masyarakat dan media terkait insiden ini. “Kami menghormati dan mengapresiasi proses yang dilakukan oleh pihak berwenang,” ungkap Peter, menunjukkan keseriusan Jetour dalam menjalankan standar keselamatan.
Komitmen Jetour terhadap Keselamatan dan Kualitas Produk
Jetour Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki dan menjaga standar keselamatan di semua produk yang mereka luncurkan. Peter menambahkan, “Kedepannya, kami terus berkomitmen untuk menghadirkan kendaraan yang tangguh dan andal.” Ini menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam pengembangan produk mereka.
Setiap model baru, termasuk Jetour T2, dirancang untuk memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen. “Kami berupaya menghadirkan kendaraan sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia,” ujarnya, menegaskan relevansi dan kepatuhan terhadap peraturan yang ada.
Dengan memiliki karakter bodi bongsor, Jetour T2 juga menawarkan performa mesin yang mumpuni. Mesin Kunpeng Power 2.0 TGDI menjadi salah satu daya tarik utama, memberikan kekuatan sambil tetap memastikan efisiensi bahan bakar. Desain dan teknik ini menjadikan Jetour T2 sebagai pilihan menarik di pasar mobil Indonesia.
Peluncuran Jetour T2 dan Ciri Khasnya di Pasar Indonesia
Jetour T2 diluncurkan secara resmi di Indonesia pada November 2025 dan mendapat perhatian langsung dari berbagai kalangan. Peluncurannya membawa angin segar bagi konsumen yang mencari kendaraan yang menawarkan kombinasi kenyamanan dan performa.
Meski menawarkan performa yang kuat, Peter menegaskan bahwa Jetour T2 bukanlah mobil listrik. Ini menjadi penting untuk diungkapkan mengingat tren mobil listrik sedang meluas dan konsumen perlu memahami karakteristik yang berbeda dari setiap model.
Semua fitur yang ada pada Jetour T2 dirancang khusus untuk memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Dengan berbagai inovasi yang ditawarkan, Jetour Indonesia berupaya untuk bersaing di pasar otomotif yang semakin berkembang di tanah air.
