PT Motul Indonesia Energy (MIE) baru-baru ini berpartisipasi dalam Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS). Kegiatan yang berlangsung dari 5 hingga 15 Februari di JIExpo, Kemayoran, ini menjadi kesempatan bagi produsen pelumas asal Prancis untuk memperkenalkan produk unggulan baru mereka.
Di ajang tersebut, Motul meluncurkan lini oli mobil terbarunya yang telah memenuhi standar performa API SQ. Standar ini memang dirancang dengan spesifikasi lebih ketat dibandingkan dengan generasi sebelumnya, menunjukkan komitmen Motul terhadap inovasi dan kualitas.
Penerapan standar API SQ adalah respons terhadap tuntutan kendaraan modern yang membutuhkan pelumas dengan efisiensi bahan bakar tinggi. Selain itu, untuk memastikan performa optimal, pelumas ini juga memberi perlindungan terhadap masalah seperti Low Speed Pre-Ignition (LSPI), yang sering terjadi pada mesin dengan teknologi turbo dan downsizing.
Managing Director PT Motul Indonesia, Welmart Purba, menekankan pentingnya adaptasi dalam formulasi pelumas. “Seiring dengan perkembangan teknologi mesin, pelumas harus mampu beradaptasi agar dapat memberikan perlindungan maksimal dan mendukung efisiensi bahan bakar,” ujarnya.
Dengan peluncuran produk baru ini, Motul tidak hanya memenuhi norma baru industri, tetapi juga mempertahankan karakter kedinamisan yang telah menjadi ciri khasnya. Hal ini terlihat pada lini oli mobil yang mendapatkan peningkatan standar API SQ, mencakup Multigrade Plus, Multipower Plus, H-Tech 100 Plus, NGEN Hybrid, hingga Motul 300V.
Pentingnya Standards API SQ dalam Dunia Otomotif Modern
Standar API SQ memberikan kerangka kerja yang lebih kuat untuk mengukur performa pelumas. Dengan spesifikasi yang lebih ketat, pelumas ini dirancang untuk menghadapi tantangan dari mesin-mesin modern yang semakin kompleks.
Kendaraan masa kini dilengkapi dengan teknologi canggih yang memerlukan pelumas yang tidak hanya menjamin perlindungan, tetapi juga efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Pelumas yang memenuhi standar ini juga didesain untuk menangani berbagai kondisi operasional yang ekstrem.
Selain itu, pelumas yang memenuhi standar API SQ diharapkan dapat memperpanjang usia mesin. Dengan berbagai inovasi yang terdapat pada standar ini, pelumas bisa menghadapi fenomena seperti LSPI yang merugikan bagi performa mesin.
Teknologi mesin yang terus berkembang menimbulkan tantangan baru, dan API SQ berusaha untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberi solusi berupa pelumas yang lebih adaptif. Ini menjadi penting karena meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak buruk bagi lingkungan.
Tentu saja, penerapan standar API SQ adalah langkah yang signifikan bagi industri otomotif global. Hal ini merupakan sejalan dengan upaya untuk menciptakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Inovasi Pelumas dan Respons Terhadap Perkembangan Teknologi
Perkembangan teknologi mesin yang semakin cepat menunjukkan kebutuhan untuk pelumas yang lebih inovatif. Semua pelumas perlu memiliki formulasi yang dapat mengakomodasi teknologi terbaru, oleh karena itu parameter teknis perlu disesuaikan.
Penerapan teknologi turbo dan downsizing adalah contoh dari perubahan dalam dunia otomotif yang mempengaruhi cara kerja mesin. Ini berarti pelumas yang digunakan harus mampu beradaptasi dengan kondisi kerja yang baru.
Dalam hal ini, oli mobil yang diluncurkan oleh Motul menjadi pelopor dalam menciptakan pelumas yang responsif terhadap perkembangan tersebut. Masing-masing produk baru didesain untuk memastikan bahwa mesin dapat bekerja secara optimal meskipun dalam tekanan tinggi.
Pengujian dan riset adalah bagian krusial dari proses ini. Pengembangan produk memerlukan pemahaman mendalam mengenai karakteristik unik dari setiap mesin dan cara terbaik untuk menjaganya agar tetap efisien.
Kerja sama antara produsen pelumas dan produsen kendaraan juga akan semakin penting. Dengan demikian, masing-masing pihak dapat saling memberikan masukan untuk menciptakan solusi terbaik bagi konsumen.
Menyongsong Masa Depan: Peran Pelumas dalam Kendaraan yang Ramah Lingkungan
Pentingnya pelumas yang efisien dan ramah lingkungan tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan semakin ketatnya regulasi tentang emisi, industri pelumas harus beradaptasi dan memberikan kontribusi dalam mengurangi polusi.
Standar API SQ juga mencerminkan perubahan paradigma ini, bersikap lebih proaktif dalam mendukung keberlanjutan. Pelumas yang efisien akan membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.
Teknologi hijau menjadi bagian dari visi banyak perusahaan otomotif dan pelumas. Di masa depan, produk yang ramah lingkungan diharapkan akan menjadi standar dalam industri ini.
Keberhasilan dalam menciptakan pelumas yang efisien dan efektif tidak hanya baik untuk industri otomotif, tetapi juga untuk planet kita. Pelumas yang bertanggung jawab secara lingkungan akan menjadi salah satu kunci untuk mencapai tujuan keberlanjutan.
Secara keseluruhan, keikutsertaan PT Motul Indonesia di IIMS 2026 dan pengenalan produk baru mereka menandai langkah maju dalam industri pelumas. Ini adalah gambaran nyata bagaimana inovasi dan keberlanjutan dapat berjalan seiring dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
